Materi 3.3. Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ).

Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 menandai lahirnya negara bangsa ( nation state ) Indonesia, di mana sejak saat itu Indonesia menjadi negara yang berdaulat dan berhak menentukan nasib dan arah bangsanya sendiri. bentuk negara yang dipilih oleh para pendiri bangsa ialah Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) di mana dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia pernah terjadi upaya untuk mengganti bentuk negara, seperti negara serikat  ( Negara Republik Indonesia Serikat atau RIS tahun 1949 sampai tahun 1950 ) yang mana bentuk negara serikat ini tidak bertahan lama dan kembali ke negara kesatuan. Hingga saat ini negara kesatuan masih tetap dipertahankan. 

Indonesia resmi menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) pada tanggal 27 Desember 1949 sebagai hasil kesepakatan tiga pihak dalam Konferensi Meja Bundar (KMB). Pada masa itu, hukum dasar yang digunakan adala Konstitusi RIS. Konstitusi RIS berlaku berdasarkan Keputusan Presiden RIS Nomor 48 tanggal 31 Januari 1950 tentang Mengumumkan Piagam Penandatanganan Konstitusi Republik Indonesia Serikat ( RIS ).

Mengapa RIS tidak bertahan lama? Secara lebih terperinci faktor penyebab RIS tidak bertahan lama sebagai berikut: 

a. Dukungan masyarakat terhadap ide negara federal atau serikat sangat rendah 

b. RIS semata-mata ide dari Belanda yang tidak ingin kehilangan pengaruhnya di Asia 

c. RIS tidak sesuai dengan kehendak rakyat karena rakyat Indonesia tidak ingin dikuasai oleh Belanda

Daerah juga berperan penting dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Sejarah telah membuktikan tanpa peran serta rakyat di seluruh daerah maka kemerdekaan belum tentu dapat diraih. Ada nilai-nilai yang sangat penting untuk diwarisi oleh generasi muda dalam sejarah perjuangan bangsa dan peran daerah dalam memperjuangkan berdirinya NKRI seperti :

a. Perjuangan melawan penjajah oleh daerah memiliki arah tujuan yang sama, yaitu kemerdekaan Indonesia.

b. Tokoh pejuang daerah merupakan tokoh pejuang bangsa Indonesia.

c. Persatuan dan kesatuan telah terbukti menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

d. Bangsa Indonesia telah sepakat membentuk negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai pilihan yang tepat.

e. Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.

f.  Sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.

Sedangkan pemahaman peran daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini menunjukkan pentingnya kesadaran nilai-nilai, seperti berikut ini.

a. Kemajuan daerah akan lebih cepat tercapai apabila bangsa Indonesia memiliki nilai persatuan dan kesatuan.

b. Kemakmuran bersama merupakan tujuan masyarakat Indonesia, bukan kemakmuran bagi perorangan atau kelompok atau daerah.

c. Kekayaan alam merupakan milik bersama seluruh rakyat Indonesia, dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

d. Pengembangan kemajuan dan kemakmuran daerah diarahkan pada kemajuan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

e. Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama tanpa membeda- bedakan asal daerah.

Sikap etnosentrisme yang mengandung makna sikap yang menganggap budaya daerahnya sebagai budaya yang tertinggi secara berlebihan dan budaya daerah lain dianggap lebih rendah. Sikap ini dalam kehidupan nampak antara lain sikap mengutamakan kelompok daerahnya, memilih pemimpin atas dasar asal daerah, memaksakan budaya daerah kepada orang lain, dan sebagainya. Beberapa kerusuhan dalam masyarakat terkadang dapat dipengaruhi oleh faktor kedaerahan, seperti kerusuhan antarpenonton sepakbola, antarwarga dalam masyarakat, dan sebagainya. Oleh karena itu sikap etnosentrisme yang sempit harus dihindari.

Potensi gangguan keamanan nasional dari dalam negeri antara lain :

a. Gerakan separatis bersenjata.

b. Terorisme.

c. Konflik komunal.

d. Kerusuhan sosial.

e. Gangguan keamanan laut.

f. Gangguan keamanan udara.

g. Radikalisme.

h. Kejahatan lintas negara.

i. Perusakan lingkungan.

Perilaku mempertahankan NKRI dapat diterapkan baik di lingkungan rumah, sekolah, masyarakat maupun dalam lingkungan berbangsa dan bernegara dalam kehidupan sehari-hari. Seperti apakah wujud perilaku tersebut? Perhatikan penjelasan berikut !

a. Lingkungan Rumah. Lingkungan rumah merupakan awal mula anak belajar mempraktikkan perilaku mempertahankan NKRI, salah satunya adalah membantu orang tua mengerjakan pekerjaan di rumah, termasuk menjaga rumah. Mengapa perilaku tersebut dianggap mencerminkan upaya mempertahankan NKRI? Perilaku tersebut mendorong terciptanya kerukunan dan sikap tolong-menolong antaranggota keluarga. Kebiasaan tolong-menolong di lingkungan keluarga dapat membentuk karakter gemar menolong sesama. Adapun contoh perilaku lainnya sebagai berikut: 

1).  Mematuhi aturan keluarga.

 2). Menjaga tutur kata dan perilaku kepada orang tua.

3). Menghormati kedudukan anggota keluarga seperti ayah, ibu, kakak, dan adik.

4). Bersikap terbuka kepada keluarga terhadap berbagai masalah yang sedang dihadapi.

5).  Mendengarkan nasihat orang tua dan melaksanakannya.

6). Membiasakan meminta maaf apabila melakukan kesalahan.

7). Membiasakan berterima kasih apabila mendapat bantuan/pertolongan

b. Lingkungan Sekolah. Lingkungan sekolah merupakan miniatur Indonesia. Anak akan menemukan keberagaman di lingkungan sekolah. Contoh perilaku mempertahankan NKRI di lingkungan sekolah, misalnya :

1) Memilih ketua kelas tanpa memandang latar belakang.

2) Mengikuti upacara dengan tertib.

3) Mematuhi peraturan sekolah.

4) Menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

5) Mudah memaafkan antarsesama.

6) Mengikuti aturan kelas yang telah disepakati bersama.

7) Menghormati perbedaan kebudayaan dan agama yang dianut teman.

c. Lingkungan Masyarakat. Lingkungan masyarakat juga merupakan representasi miniatur bangsa Indonesia. Adapun contoh perilaku yang mencerminkan semangat mempertahankan NKRI di lingkungan masyarakat antara lain :

1) Membesuk tetangga yang sakit dan mendoakan agar segera sembuh.

2) Mengikuti kegiatan gotong royong dan kerja bakti.

3) Menghormati keyakinan/kepercayaan orang lain.

4) Mengutamakan kepentingan umum.

5) Bersikap ramah terhadap anggota masyarakat apabila bertemu.

6) Mudah memberikan bantuan apabila dimintai pertolongan.

7) Menjaga ketenangan dengan tidak membuat kegaduhan.

d. Lingkungan Berbangsa dan Bernegara. Sikap yang dapat dilakukan antara lain :

1). Menjaga kelestarian tanah air Indonesia.

2). Mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara.

3). Mempertahankan dan mengamalkan Pancasila serta UUD Negara RI Tahun 1945.

4). Rela berkorban untuk bangsa dan negara.

Last modified: Friday, 28 May 2021, 9:55 PM